nuffnang ads

Khamis, 25 April 2013

Kelebihan Berzikir Kalimah LAILAHA ILLALLAH

Saidina Ali ra telah bertanyakan Rasulullah – apakah cara paling mulia, mudah dan cepat dalam mendekatkan diri kepada Allah swt. Nabi saw menyebut kalimat‘La Ilaha Illallah’ kerana tiang arasy dan segala ciptaan Alllah terdiri atas kalimah ini. Para ahli hadis/sufi menyatakan apabila kalimah ini tidak disebutkan lagi oleh orang Islam, maka bermulalah kiamat. Daripada Saidina Ali, maka bermulalah segala amalan sufi. Ini memandangkan kedudukan Ali ra sebagai ‘pintu’ kepada ilmu kerohanian Nabi Muhammad saw. Kalimah ‘La Ilaha Illallah’ mengandungi seluruh tasbih, tahmid dan takbir atau segala pujian kepada Allah SWT. Berzikir akan mendorong tubuh bergerak atau harakah secara semulajadi. Hal ini sukar dijelaskan. Dalam tasawuf, harakah ini disusun begitu rupa sehingga menimbulkan rentak berbaris demi proses taqarrub. Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin As Radiallahu‘anhu, katanya: Rasulullah bersabda : ‘Sesungguhnya Allah memilih seorang dari umatku untuk menjadi saksi makhluk-makhluk pada hari kiamat. Kemudian dibukalah 99 catatan, yang setiap catatan terbentang sepanjang penglihatan. Kemudian Allah bertanya : ‘Adakah ini sesuatu yang kau ingkari? Apakah engkau dizalimi oleh pencatatKu dengan catatan-catatan ini?’ Dia menjawab : ‘Tidak, Tuhanku.’ Allah bertanya : ‘Apakah engkau hendak mengemukakan alasan?’ Jawabnya : ‘Tidak, Tuhanku.’ Allah berkata : ‘Benar, di sisiKu engkau memiliki kebaikan, dan tidak akan ada kezaliman atas dirimu pada hari ini.’ Lalu keluarlah selembar catatan yang berisi tulisan : ‘Asyhadu an‘La Ilaha Illallah’ , wa Asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.’ Allah berfirman : ‘Bawalah ini ke neraca.’ Dia menjawab : ‘Wahai Tuhanku, selembar catatan ini ditimbang dengan seluruh catatan lainnya?’ Allah menjawab : ‘Sesungguhnya engkau tidak dizalimi.’ Lalu diletakkan selembar catatan itu di salah satu sisi neraca, sedangkan catatan lainnya sepanjang penglihatan itu diletak di sisi yang lain. Ternyata catatan-catatan yang banyak Keutamaan Dan Buah Zikir itu menaik, sedangkan selembar catatan itu memberat. Maka tidak ada sesuatu yang mampu menyaingi nama Allah.’ (HadisRiwayat At-Tirmizi, dan dikatakan sebagai hadis hasan, dan IbnMajah, Ibn Hibban didalam Sahih mereka, serta Al-Baihaqi dan Al-Hakim, dan dikatakan sahih atas syarah Muslim) Dari Abu Hurairah Radiallahu‘anhu, katanya : Rasulullah bersabda : ‘Perbaharuilah iman kalian.’ Mereka bertanya : ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cara memperbaharui iman kami?’ Baginda menjawab : ‘Banyakbanyaklah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah.’ (Hadis riwayat Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dengan sanad hasan) Dari Ibnu ‘Umar Radiallahu‘anhu, katanya : Rasulullah bersabda : ‘Bukan ahli ‘Laa Ilaaha Illallah’, orang yang kesepian di kuburnya dan pada saat kebangkitannya. Seolah-olah aku melihat ahli ‘Laa Ilaaha Illallah’ sementara mereka mengusap tanah dari rambut-rambut mereka dan berkata : ‘Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan duka cita dari kami.’ (Faathir: 34)’ (Hadis riwayat Ath-Thabrani dan Al Baihaqi) Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan, ”Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah, ) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin dapat dihitung.” Diantara natijah amalan zikir Berzikir memberi potensi untuk taat Berzikir memberi potensi dan kemahuan keras Gedung-gedung di syurga terus dibangun selama seseorang itu masih berzikir Berzikir menyebabkan para malaikat memohonkan ampun bagi pelakunya Berzikir menyebabkan gunung-gunung dan lembah-lembah bergembira Memperbanyak zikir menyebabkan terjauh daripada sifat munafik Berzikir menyebabkan rasa lazat di hati pelakunya, kerana itu majlis-majlis zikir disebut kebun-kebun syurga Berzikir di jalan, di rumah, di waktu bepergian mahu pun di waktu menetap akan menjadi saksi bagi pelakunya di hari kiamat Pelaku zikir diberi wajah yang cerah ketika di dunia dan diberi cahaya ketika di akhirat Berzikir menyebabkan Allah mengakui keimanan seorang hamba Berzikir menyebabkan seorang mendapat keuntungan berlimpah-limpah Berzikir di waktu senang menyebabkan Allah memperhatikan pelakunya di kala susah Berzikir menyembuhkan hati yang sakit Proses zikir membawa kepada pensucian diri dan qalb, mendekatkan diri kepada Allah, membentuk semangat persaudaraan Islam, membersihkan dosa, mengikis sifat cela dan membina sifat terpuji. " Mereka yang beriman dan bertenang hatinya dengan berdzikir kepada Allah.." ( Ar-Ra'ad : 28 ).

Rabu, 4 Julai 2012

Awas penipu @ Scam Blog

AWAS..@Advertlets PENIPU INTERNET..BLOGGER SILA JANGAN GUNA KHIDMAT PENIPU SCAM Advertlets.com Is A Scam.. korang hati2 lah ye..ni pun baru dapat tahu dari rakan blogger. dunia sekarang macam2 belaku..bagi yang suka ambil kesempatan so harap di kenakan tindakan sewajarnya.. sumber NescafeAis.com

Isnin, 11 Jun 2012

Hati Manusia

Sebaik-baiknya hati adalah yang bersih suci dari keburukan, yang tunduk kepada yang haaq (kebenaran) dan petunjuk yang diliputi kebaikan. Di dalam Hadits dikatakan, Hati itu ada 4 macam : 1. Hati yang tidak berselaput, di dalamnya terdapat pelita yang menerangi. Ini hati orang mukmin. 2. Hati yang hitam tak tentu tempatnya. Ini hati orang kafir. 3. Hati yang terbelenggu diatas kulitnya. Ini hati orang munafik. 4. Hati yang mendatar, padanya terdapat iman dan nifaq (kemunafikan). Perumpamaan iman yang meliputinya seperti batang tumbuhan yang disirami air tawar. Sedangkan perumpamaan nifaq seperti setumpuk kudis yang diselaputi nanah dan darah busuk. Maka yang mana di antara keduanya berkuasa, kesitulah hati tertarik. Hati yang ke-4 inilah yang terdapat pada kebanyakan kaum muslimin. Amalnya bercampur aduk sehingga keburukannya lebih banyak daripada kesempurnaannya. Dalam Hadits lain dikatakan, “Sesungguhnya iman itu bermula muncul di dalam hati sebagai sinar putih, lalu membesar, hingga seluruh hati menjadi putih. Sedangkan nifaq itu bermula muncul di dalam hati seperti noda-noda hitam, lalu menyebar, hingga seluruh hati menjadi hitam.” Sesungguhnya iman akan bertambah dengan cara menambah amal saleh disertai keikhlasan. Sedangkan nifaq akan bertambah dengan cara mengerjakan amal buruk, seperti meninggalkan perkara wajib dan melakukan larangan agama. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa melakukan dosa, maka akan tumbuh dalam hatinya setitik hitam. Jika ia bertobat, maka terkikislah titik hitam itu dari hatinya. Jika ia tidak bertobat, maka menyebarlah titik hitam itu sehingga seluruh hatinya menjadi hitam.” Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang mereka selalu kerjakan itu menutupi hati mereka.” (QS. 83:14) Seorang manusia tidak akan ditimpa suatu musibah, kecuali karena dosanya sendiri. Sebagaimana dikatakan di dalam Al-Qur’an, “Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatanmu sendiri.” (QS. 42:30) Maka dari itu, hendaklah kita berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Jika pun sudah terlanjur, maka hendaklah bersegera bertaubat. Bukankah dikatakan di dalam Al-Qur’an, “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 49:11) “(Dialah) Yang mengampuni dosa dan menerima taubat, Yang pedih siksanya, Yang mempunyai karunia. Tiada tuhan selain Dia dan hanya kepada-Nya-lah tempat kembali.” (QS. 40:3) “Dan tiada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya.” (QS. 40:13-14)
[Disarikan dari Nashoih Diniyyah, Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad] Oleh: Pencinta Rasulullah(saw)